Posts Tagged Recreation

Motor Spektakuler dari Estonia

ESTONIA memang tidak dikenal sebagai produsen sepeda motor. JIka Anda meremehkan kemampuan mereka, maka kabar ini akan mengubah semua itu. Renard akan mulai memproduksi sepeda motor canggih model GT tahun depan.

Renard Motorcycles adalah merek sepeda motor era sebelum Perang Dunia II yang bermarkas di kota wisata Tallinn. Sepeda motor GT yang diproduksinya bersasis monocoque terbuat dari serat karbon dan kevlar dengan bobot hanya 11 kg, sementara mesinnya meminjam dari Moto Guzzi 1200 Quattrovalvole V-twin.

Dibuat dalam jumlah terbatas dengan harga yang cukup menakjubkan yaitu, 75 ribu Euro (sekitar Rp927 juta) yang dianggap setara dengan kecantikan serta proses pembuatannya yang banyak mengandalkan keterampilan tangan.

Mudah-mudahan mereka telah bekerja dengan baik, mengingat rangka serat karbon pada sepeda motor telah terbukti sangat bermasalah bagi banyak produsen sepeda motor di masa lalu. Oleh karena itulah mengapa material ini tidak digunakan di arena MotoGP.

Unit suspensinya menggunakan kelas atas berwujud peredam Ohlins S36DR1L dengan dua setelan untuk mengendalikan gerakan sistem suspensi depan carbon parallelogram model Duolever Hossack/BMW dan Ohlins TTX36 dengan tiga setelan di bagian belakang.

Lingkar rodanya juga terbuat dari serat karbon, sementara komponen lainnya dibuat dari bahan aluminium pesawat terbang berbobot ringan yang dirancang menggunakan model 3D kemudian logam padat tersebut dibentuk dengan mesin bubut CNC.

Mesin berkapasitas 1.200 cc yang diusungnya menghasilkan sekitar 130 hp pada 8.000 rpm dengan lonjakan torsi yang menyundul angka 120 Nm pada 6.000 rpm. Tidak terlalu dahsyat memang, tetapi Anda harus ingat kalau ini adalah motor jalan raya dengan bobot total hanya 190 kg.Masih tetap meremehkan Estonia?

source

, , , , , , ,

Leave a comment

ABS Sepeda Motor Makin Canggih

ABS Sepeda Motor Makin Canggih

Sekarang produsen sepeda motor makin gencar menggunakan anti-lock brake system (ABS) pada produknya. Tidak hanya pada motor gede (moge), juga ukuran menengah atau di atas 250cc.

Bisa jadi, salah satu faktor yang mendorong adalah data yang dipublikasikan Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), Amerika Serikat. Dinyatakan, pengendara sepeda motor bermesin di atas 250 cc dan dilengkapi dengan ABS, tingkat kecelakaan fatalnya lebih rendah 28 persen dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya.

Studi lain yang diterbitkan oleh Swedish Road Administration pada 2009, menyimpulkan 40 persen kecelakaan serius atau fatal terjadi karena pengendara tidak mau menggunakan sepeda motor tanpa ABS.

Lebih Rumit

Sistem rem pada sepeda motor berbeda dengan mobil. Malah cara mengoperasikan dinilai lebih rumit. Pasalnya, kalau pada mobil cukup menggunakan satu pedal untuk mengoperasikan keempat rem (malah truk dan bus lebih banyak lagi), untuk sepeda motor – mayoritas – roda depan dan belakang, dioperasikan secara terpisah.

Untuk depan, umumnya menggunakan tuas yang berada di setang. Sedangkan di belakang, dioperasikan melalui pedal oleh kaki pengendara (kecuali skutik). Akibatnya, saat mengerem tenaga yang sampai ke rem depan dan belakang tidak bersamaan. Di lain hal, rem depan membutuhkan tenaga lebih kuat karena harus menanggung beban besar.

Dengan kondisi seperti itu pula, sistem ABS pada motor tidak sama dengan mobil. Harus mempertimbangkan berbagai aspek. Misalnya kenyamanan bagi pengendara. Bahkan, problem yang cukup memusingkan para insinyur adalah memasang ABS pada sepeda motor supersport. Pasalnya, sepeda motor jenis ini, lebih pendek, titik gravitasi tinggi. Semua itu akan mempengaruhi pemasangan, kehandalan, stabilitas dan kenyamanan pengendara

ABS Kombinasi

Sebelum menerapkan teknologi ABS terbaru pada sepeda motor, para insinyur mempelajari karakteristik pengendara. Ternyata, berdasarkan survei, banyak pengendara tidak bisa melakukan pengereman secara bersamaan. Padahal untuk memperoleh pengereman lebih aman dan jarak yang pendek, diperlukan keseimbangan dan bekerja pada waktu bersamaan.

Jika pengendara melakukan pengereman mendadak di depan – rem mengunci pula – dipastikan sepeda motor dan pengendaranya jatuh. Maklum, roda belakang masih terus berputar karena ditarik oleh mesin. Hanya pengendara yang berpengalaman atau piawai memacu sepeda motor yang bisa melakukan pengereman secara seimbang, sehingga mereka tetap lebih aman. Atau pun ketika mereka melakukan atraksi.

Nah, faktor tersebutlah yang menyebabkan produsen melengkapi sepedamotornya dengan ABS model terbaru. Dasarnya sama saja dengan ABS konvensional, tetap menggunakan sirkuit rem yang diatur oleh komputer. Namun pengoperasian rem, selain digabungkan antara depan belakang, juga

seakan-akan sirkuitnya juga bisa bekerja secara terpisah. Semua berkat sistem ABS kombinasi yang makin canggih.

ABS adalah pengoperasian rem dilakukan dengan mengonocoknya. Namun pengocokkan dilakukan secara otomatis oleh komputer. Terutama ketika motor melaju kencang dan rem ditekan mendadak (panic stop).

Pemakaian ABS pada sepedamotor sebenarnya juga bukan baru. Sebelum abad ke-21 (sekitar awal 1990-an) Honda sudah merintisnya. Terutama untuk sepeda motor besar. Malah BMW sudah menggunakan pada 1988 dan Honda pada 1992.

ECC-ABS

Perkembangan menarik dari teknologi pengamanan ini adalah ABS kombinasi. Honda menyebutnya Electronically Controlled Combined-ABS.(ECC-ABS). Sistemnya sama dengan “Brake by Wire“. Jadi saat pengendara mengoperasikan peda atgau tuas rem, bukan hidraulik rem yang langusng bekerja, tetapi perintah dalam dalam bentuk sinyal listrik.

Selanjutnya, sinyal tersebut diteruskan ke unit tenaga (power unit) yang mendistribusikan tenaga pengereman ke roda depan dan belakang. Pada mobil sama dengan Electronically Brakeforce Distribution (EBD).

Komputer menghitungkan distribusi tenaga untuk rem depan dan belakang berdasarkan gerakan yang diberikan pengendara. Dengan cara ini, pengontrolan terhadap ABS jadi lebih mantap, nyaman bagi pengendara dan tidak menimbulkan getaran dari roda maupun dari tuas dan pedal rem.

Lebih Praktis

Pemasangan rangkaian komponen ECC-ABS dinilai Honda juga lebih praktis dibandingkan sistem konvesional. Pasalnya, jumlah komponen lebih sedikit. Komponen rem yang dipasang pada suspensi atau garpu depan hanya sensor. Sisa dari sistem dipasang di bagian tengah bodi sepeda motor dengan rapi.

ECC-ABS memungkinkan pengendara melakukan pengereman presisi di roda belakang melalui pedal. Saat rem belakang dioperasikan dengan tenaga penuh, hanya ABS roda belakang yang bekerja. Sedangkan depan tidak. Seakan-akan terpisah. Kendati demikian, pada kondisi tertentu, tenaga pengereman distribusi sesuai laju sepeda motor untuk rem depan dan belang. Menjadikan, sepeda motor dan pengendara lebih aman!

source

, , , , , , ,

1 Comment

Dijual Rp 30 Jutaan, Honda CBR 250R Siap Mendunia

Produsen motor Honda baru saja mengeluarkan CBR250R yang mengusung beragam fitur terkini. Dan ternyata harga motor ini pun terbilang murah yakni mulai dari 100 ribu baht atau sekitar Rp 30 jutaan saja.

Harga itu merupakan harga CBR250R di Thailand. Dengan harga segitu dan desain menawan, CBR250R jadi terlihat menggiurkan.

Honda CBR250R sendiri dilepas dalam 2 tipe yakni tipe standar berharga 100 ribu baht (30 juta) dan tipe full spec yang dilengkapi fitur ABS berharga 120 ribu baht (Rp 35 jutaan)

Kedua tipe CBR250R tersebut sama-sama mengusung dimensi 2,035×0,720×1,125 meter (PxLxT) dan wheelbase 1,370 serta ground clearance 0,145 meter. Tapi beratnya, tipe full spec memiliki bobot 165 kg, sedangkan tipe standarnya lebih ringan 4 kg atau 161 kg.

Untuk dapur pacunya motor berkode Honda MC41 ini dibekali mesin CS250RE, liquid cooled, 4 tak DOHC dan single silinder yang memiliki kapasitas bersih 249 cc serta boreXstroke 76×55 dan rasio kompresi 10,7.

Mesin tersebut bersanding dengan transmisi 6 percepatan dan sistem injeksi khas Honda, programmed fuel injection system (PGM-FI) yang membuatnya ramah lingkungan dengan standar emisi Euro3.

“Target kami di seluruh dunia untuk model ini adalah lebih dari 60 ribu unit di 22 negara,” ungkap Senior Managing Director Chief Operating Officer for Motorcycle Operations Honda Motor Co Mr. Tatsuhiro Oyama di sela peluncuran CBR250R di Grand Centara, Bangkok, Thailand seperti dilaporkan Reporter detikOto Syubhan Akib.

Motor ini diproduksi oleh dua negara yakni India yang mensuplai CBR250R ke negara ASEAN, Jepang, Eropa, Amerika Utara dan Australia. Sementara sebuah pabrik lagi yang berada di India akan membombardir negeri Bollywood itu dan Amerika Selatan.

Sementara PT Astra Honda Motor (AHM) yang memegang merek motor Honda di Indonesia pun sudah menyatakan minat membawa motor ini ke tanah air pada tahun depan. Sebagai permulaan, motor ini akan mereka pajang di pagelaran Jakarta MotorCycle Show yang akan dilangsungkan pada awal November 2010 mendatang. ( ddn / ddn )

source

, , , , , , ,

Leave a comment

Mobil Honda Seharga Rp92 Juta Siap Meluncur

Pabrikan mobil Jepang, Honda Motor Co, dikabarkan akan peluncuran hatchback entry-level baru di India tahun depan. Ini mengikuti pelepasan New Small, mobil konsep yang muncul di New Delhi Auto Show awal 2010. Mobil kecil baru yang tujukan untuk pasar menengah ke bawah ini adalah Brio. Brio yang berarti “mobil lucu” akan memasuki produksi di India pada tahun depan untuk pasar India, China, dan Thailand.

Laporan newcarproduct.com, Honda Brio kabarnya akan lebih kecil dari Honda Jazz. Meski demikian, Brio akan menggunakan mesin bensin 1,2-liter yang saat ini digunakan Jazz. Sedangkan transmisinya menggunakan pilihan manual 5 kecepatan dan transmisi otomatis. Spekulasi lain, Brio akan menggunakan mesin varian 900 cc tiga silinder. Citycar baru dari Honda ini menawarkan desain futuristik dengan gagang pintu belakang dirancang seperti Chevrolet Beat (Spark), yang berada di pilar belakang.Brio, saat diluncurkan nanti, diharapkan akan dipasarkan US$10.250 atau sekitar Rp92 juta. Ini merupakan harga mobil terendah yang pernah dibuat Honda. Pastinya, Brio akan menjadi pesaing Nissan Micra, Toyota Etios, Maruti Alto, dan Hyundai Santro. Kabar lain, Honda Brio justru akan diproduksi dan diluncurkan di Thailand pada Maret 2011. Mobil ini lalu akan dipasarkan di India pada paruh kedua tahun 2011. Bukan tidak mungkin, bila diproduksi di Thailand pasar Indonesia akan menjadi prioritas. Kita tunggu saja.

source

, , , , , , ,

2 Comments